CoretanTeknis

Berbagi Corat Coretan Pengetahuan berdasarkan Ilmu dan pengalaman.

     

Tegangan Arus dan Tahanan – Arus Listrik

    Arus Listrik adalah arus elektron dari satu atom ke atom di sebelahnya.

Simpel kan hehe. Menurut Wikipedia lagi-lagi kita mengutip website terkemuka tersebut. Ya sebagai tambahan referensi. Disini kita hanya akan mempermudah pemahan dengan gaya bahasa yang singkat dan mudah dipahami..

Syukur kalo paham kalo tidak ya tidak apa-apa semangat terus sampek paham dan pahami dulu konsep dasarnya. Bisa yok bisa Asal Semangat.

Menurut Wikipedia laju aliran muatan listrik melewati suatu titik atau bagian. Arus listrik dikatakan ada ketika ada aliran bersih muatan listrik melalui suatu bagian. Muatan listrik dibawa oleh partikel bermuatan, sehingga arus listrik adalah aliran partikel muatan. Partikel yang bergerak disebut pembawa muatan, dan dalam konduktor yang berbeda mungkin jenis partikel yang berbeda. Di sirkuit listrik, pembawa muatan seringkali elektron yang bergerak melalui kawat. Dalam elektrolit pembawa muatan adalah ion, dan dalam gas terionisasi (plasma) adalah ion dan elektron.

Namun menurut saya penjelasan yang diatas lebih simple dan tidak bertele-tele.

Arus listrik sebesar 1 amper adalah perpindahan elektron sebanyak 6.24 x 1018 yang melewati satu titik pada setiap detiknya.

Simbol jumlah arus listrik adalah I. Simbol satuan arus listrik adalah A.

arah arus listrik

Gambar diatas adalah Gambar arus Electron melalui Konduktor yang menunjukkan perpindahan elektron melalui konduktor karena pengaruh gaya luar yang ditimbulkan oleh baterai.

Selanjutnya kita akan membahas arah aruh.

Arah Arus

Pada rangkaian listrik, elektron mengalir dari negatif ke positif seperti tampak pada Gambar diatas Pada saat-saat awal dilakukan percobaan-percobaan listrik, orang berasumsi bahwa arus listrik mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Pendapat yang salah inipun masih sering kita dapati sampai sekarang. Arus listrik dapat saja dianggap benar untuk kedua pendapat di atas, tetapi kita membutuhkan sebutan sendiri-sendiri untuk membedakan satu sama lain. Kita akan menyebutnya sebagai Electron Current Flow (Aliran Arus Elektron) dan Conventional Current Flow (Aliran Arus Konvensional).

 

Aliran Elektron (Electron Current Flow)

Arah aliran Elektron ini berlawanan dengan arah aliran arus listrik konvensional. Karena pada dasarnya elektron adalah partikel yang bermuatan negatif dan bergerak bebas yang ditarik ke terminal positif. … Jadi arah aliran elektron adalah dari arah negatif (-) ke arah positif (+).

Aliran Arus Konvensional (Conventional Current Flow)

Arah aliran arus konvensional menyatakan bahwa arus listrik mengalir dari potensial positif (+Ve) menuju ke potensial negatif (-Ve). Apabila tidak secara khusus diterangkan lain, pendapat mengenai jenis arus inilah yang dipakai di seluruh mata pelajaran listrik (Electrical).

Nha sekarang kalian sudah paham untuk arah arus, umumnya kita di dunia Enginner electrical kita memakai yang arah arus konvensional.  Lanjuttttt..

Jenis-Jenis Arus Listrik

Ada 2 jenis utama aliran arus listrik.

  1. Arus searah (Direct Current/DC)
  2. Arus Bolak-balik (Alternating Current/AC)

Arus searah (DC) adalah perpindahan elektron dalam satu arah saja.

Arus bolak-balik (AC) adalah perpindahan elektron dengan arah tertentu, kemudian kembali ke arah sebaliknya.

Arus bolak balik (AC) akan kita bahas secara lebih terperinci pada pembahasan selanjutnya untuk sekarang kita akan membahas tentang basicnya saja.

DC adalah jenis arus listrik yang diperoleh dari baterai dan dapat pula dihasilkan dengan cara lain.

Baca materi kita sebelumnya tentang Beda Tegangan.

Bagi yang sudah membaca bisa skip ke pembahasan selanjutnya.

Efek Arus Listrik
Setiap kali terdapat aliran arus listrik pasti timbul panas dan medan magnet. Selain itu kadang-kadang juga timbul dua efek lain, yaitu efek kimia dan efek fisiologis.

Efek Panas: arus listrik menimbulkan panas.

Kegunaan praktis: radiator listrik, ketel, pelindung rangkaian.

Efek Magnet: sebagaimana panas, efek magnet juga selalu timbul setiap kali ada arus listrik.

Kegunaan praktis: motor listrik, generator, transformator dan elektro-magnet.

 

Nha mungkin cukup sekian materi kita tentang dasar dari Arus Listrik. Selanjutnya kita akan sedikit flashback dan merangkum dari artikel kita hari. Bahwa bisa dikatakan.

  • Aliran DC adalah Perpindahan electron dalam satu arah saja
  • Aliran arus konvensional mengalir dari positif ke negatif
  • Arus Electron mengalir dari negatif ke positof
  • Dua jenis aliran arus listrik adalah DC dan AC
  • Arus Listrik diukur dalam satuan (Ampere)
  • Dua efek utama dari adanya arus listrik adalah Panas dan Medan Magnet

Sekian artikel hari ini untuk next saya akan membahas tentang Tahanan atau Resistansi. Terimakasih semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

 

 

 

Ridwan Ridwan

Satu komentar di “Tegangan Arus dan Tahanan – Arus Listrik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas