CoretanTeknis

Berbagi Corat Coretan Pengetahuan berdasarkan Ilmu dan pengalaman.

     

Panel Surya – Jenis Jenis Panel Surya

Solar cell Sel surya merupakan sebuah perangkat yang mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik dengan proses efek fotovoltaic, Sel surya konvensional bekerja menggunakan prinsip p-n junction, yaitu junction antara semikonduktor tipe-p dan tipe-n. Semikonduktor ini terdiri dari ikatan-ikatan atom yang dimana terdapat elektron sebagai penyusun dasar. Semikonduktor tipe-n mempunyai kelebihan elektron (muatan negatif) sedangkan semikonduktor tipe-p mempunyai kelebihan hole (muatan positif) dalam struktur atomnya. Kondisi kelebihan elektron dan hole tersebut bisa terjadi dengan mendoping material dengan atom dopant. Sebagai contoh untuk mendapatkan material silikon tipe-p, silikon didoping oleh atom boron, sedangkan untuk mendapatkan material silikon tipe-n, silikon didoping oleh atom fosfor. Peran dari p-n junction ini adalah untuk membentuk medan listrik sehingga elektron (dan hole) bisa diekstrak oleh material kontak untuk menghasilkan listrik. Ketika semikonduktor tipe-p dan tipe-n terkontak, maka kelebihan elektron akan bergerak dari semikonduktor tipe-n ke tipe-p sehingga membentuk kutub positif pada semikonduktor tipe n, dan sebaliknya kutub negatif pada semikonduktor tipe-p. Akibat dari aliran elektron dan hole ini maka terbentuk medan listrik yang mana ketika cahaya matahari mengenai susuna p-n junction ini maka akan mendorong elektron bergerak dari semikonduktor menuju kontak negatif, yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai listrik, dan sebaliknya hole bergerak menuju kontak positif menunggu elektron datang 

Jangan lupa untuk memahami juga Konsep dasar listrik

Konsep dasar listrik Part 1


Jenis jenis panel surya ada 3 jenis yaitu :

  1. Monokristal (Mono-crystalline)
    Merupakan panel yang paling efisien yang dihasilkan dengan teknologi terkini & menghasilkan daya listrik persatuan luas yang paling tinggi. Monokristal dirancang untuk penggunaan yang memerlukan konsumsi
    listrik besar pada tempat-tempat yang beriklim ekstrim dan dengan kondisi alam yang sangat ganas. Memiliki efisiensi sampai dengan 15%. Kelemahan dari panel jenis ini adalah tidak akan berfungsi baik ditempat yang cahaya mataharinya kurang (teduh), efisiensinya akan turun drastis dalam cuaca berawan.


  2. Polikristal (Poly-Crystalline)
    Merupakan Panel Surya yang memiliki susunan kristal acak karena dipabrikasi dengan proses pengecoran. Tipe ini memerlukan luas permukaan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis monokristal untuk menghasilkan daya listrik yang sama. Panel suraya jenis ini memiliki efisiensi lebih rendah dibandingkan
    tipe monokristal, sehingga memiliki harga yang cenderung lebih rendah.


  3. Thin Film Photovoltaic
    Merupakan Panel Surya ( dua lapisan) dengan struktur lapisan tipis mikrokristalsilicon dan amorphous dengan efisiensi modul hingga 8.5% sehingga untuk luas permukaan yang diperlukan per watt daya yang
    dihasilkan lebih besar daripada monokristal & polykristal. Inovasi terbaru adalah
    Thin Film Triple Junction Photovoltaic (dengan tiga lapisan) dapat berfungsi sangat efisien dalam udara yang sangat berawan dan dapat menghasilkan daya listrik sampai 45% lebih tinggi dari panel jenis lain dengan daya yang ditera setara.

Kelebihan panel surya sediri ialah satu sumber energi yang ramah lingkungan dan sangat menjanjikan pada masa yang akan datang, karena tidak ada polusi yang dihasilkan selama proses konversi energi, dan juga sumber,
Energinya banyak tersedia di alam.akan tetapi biaya yang besar yang menjadi kendala dalam pemasangannya dengan perkiran harga yang relatif besar sekitar 100 juta dengan hasil keluar 1000 watt biaya tersebut sudah termasuk biaya .

  • Panel surya
    Dengan Kapasitas 4 x 300 Watt = 1200 W 
  • Baterai
    Baterai adalah tempat penyimpanan energi listrik pada saat sinar matahari tidak ada. Baterai yang cocok digunakan untuk PV adalah baterai deep cycle
  • Battery Charge Controller (BCR)
    BCR adalah alat yang mengatur pengisian arus listrik dari modul surya ke baterai dan sebaliknya.Pada saat kapasitas baterai tersisa 20% sampai 30%, maka BCR akan memutuskan aliran dengan beban. BCR juga mengatur kelebihan pengisian baterai dan kelebihan tegangan dari modul panel surya. Manfaat dari alat ini juga untuk menghindari full discharge dan overloading serta memonitor suhu baterai. Kelebihan tegangan dan
    pengisian dapat mengurangi umur baterai.
    BCR dilengkapi dengan diode protection yang menghindarkan arus DC dari baterai agar tidak masuk ke panel surya kembali.
  • Inverter
    Inverter adalah alat yang mengubah arus Direct Current (DC) menjadi Alternating Current (AC) sesuai dengan kebutuhan peralatan listrik yang digunakan
  • Kabel Instalasi
    Kabel yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik tenaga surya adalah kabel khusus yang dapat mengurangi loss (kehilangan) daya, pemanasan pada kabel, dan kerusakan pada perangkat PLTS

Ahsin Maulana

2 komentar di “Panel Surya – Jenis Jenis Panel Surya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas