CoretanTeknis

Berbagi Corat Coretan Pengetahuan berdasarkan Ilmu dan pengalaman.

Mengenal Pengertian Paragraf dan Pola Pengembangan dalam Paragraf beserta Contohnya

paragraf

Umumnya kesulitan pertama membuat karya tulis ilmiah adalah mengungkapkan pikiran menjadi kalimat dalam bahasa ilmiah. Sering dilupakan perbedaan antara paragraf dan kalimat. Suatu kalimat dalam tulisan tidak berdiri sendiri, melainkan kait-mengait dalam kalimat lain yang membentuk paragraf, paragraf merupakan sanian kecil sebuah karangan yang membnagun satuan pikiran sebagai pesan yang disampaikan oleh penulis dalam karangan.

Pembahasan kali ini akan mengupas tuntas perihal Pengertian Paragraf dan Pola Pengembangan dalam Paragraf. dan langsung saja ke pembahasanPengertian Paragraf

A. Pengertian Paragraf

Paragraf (alenia) adalah serangkaian kalimat yang saling bertalian untuk membentuk sebuah gagasan (ide) . Dalam hierarki kebahasaan, paragraf merupakan satuan yang lebih tingg atau lebih luas dari kalimat. Paragraf juga dapat di sebut wacana mini.

Paragraf  berguna untuk menandai pembukaan topik baru, memisahkan gagasan pokok yang satu dengan yang lainnya. Dengan demikian, pargraf memudahkan pembaca memahami isinya secara utuh. Dalam penulisan, paragraf di mulai dengan spasi (penakukan) kira-kira lima ketuk atau lima spasi. Namun, juga tidak ada salahnya jika awal paragraf di tulis pada mergine kiri tanpa spasi lima ketuk, tetapi di beri jarak lebih antar paragrafnya.

Sri Hapsari  Wijayanti, 2004 mengungkapkan bahwa Panjang paragraf tidak pasti bergantung pada cara pengembangan dan ketuntasan uraian yang berhubungan dengan gagasan pokok di dalam paragraf tesebut.  Paragraf yang terlalu pendek (misalnya dua hinga tiga kalimat) biasanya kurang dikembangkan, sebaliknya, yang terlalu panjang dapat menjemukan, bahkan kemungkinan ada kalimat yang terlepas dari gagasan pokoknya.

B. Syarat-Syarat membuat paragraf

Paragraf yang baik harus memenuhi syarat-syarat paragraf yang baik yaitu:kesatuan, kepaduan, kelengkapan, keruntutan, dan konstitensi penggunaaan sudut pandang.

1. Kesatuan paragraf : Untuk membentuk kesatuan paragraf,setiap paragraf hanya berisi satu pokok pikiran. Paragraf terdiri atas beberapa kalimat. Tetapi, seluruhnya harus merupakan satu kesatuan, tidak satu kalimat pun yang sumbang, yang tidak mendukung kesatuan paragraf. Bahwa semua kalimat yang membina paragraf itu secara bersama-sama menyatakan suatu hal, suatu tema tertentu. Jika terdapat kalimat yang sumbang, paragraf akan rusak kesatuannya.

2.Kepaduan paragraf (korehensi): Paragraf dinyatakan padu jika di bangun dengan kalimat-kalimat yang memiliki hubungan pikiran yang logis. Hubungan pikiran-pikiran yang ada dalam paragaf menghasilkan kejelasan struktur dan makna paragraf. Hubungan kalimat tersebut menghasilkan paragraf yang padu, kutu, dan kompak.

3. Kelengkapan ( Ketuntasan): Kelengkapan adalah kesempurnaan.

Hal ini dapat diwujudkan dengan:

  • Klasifikasi yaitu pengelompokan objek secara lengkap dan menyeluruh.
  • Ketuntasan bahasa yaitu kesempurnaan membahas materi secara menyeluruh dan utuh.

Hal ini harus dilakukan karena pembahasan yang tidak tuntas akan menghasilkan simpulan yang salah, tidak benar, dan tidak valid.

4. Keruntutan : Keruntutan adalah penyusun urutan gagasan dalam karangan. Gagasan demi gagasan di sajikan secara runtut bagaikan air mengalir. Karangan yang runtut enak dibaca, dapat dipahami dengan mudah, dan menyenangkan pembacanya.

C. Pola Pengembangan Paragraf beserta Contohnya

Beberapa pola yang dapat dilakukan seseorang penulis dalam mengembangkan paragraf adalah :

  1. Pola Alamiah

Tekhnik alamiah merupakan pengembangan paragraf berdasarkan urutan ruang dan waktu. Urutan seperti ini disebut dengan istitilah kronologis. Adapun  keruntutan menyampaikan informasi diharapkan memudahkan pemahaman pembaca.

Contoh yang diambil dari bukunya Siti Annijat Maimunah, 2011 :Urutan ruang dipakai untuk mendiskripsikan suatu tempat atau ruang, umpamanya kantor, gedung, stadion, lokasi/wilayah tertentu. Diskripsi suatu gedung dapat di mulai dari lantai dasar sampai ke lantai tertinggi, stadion atau lapangan sepakbola dapat dideskripsikan dengan urutan timur-barat, utara-selatan. Sedangkan urutan waktu dipakai untuk menarasikan (menceritakan) suatu peristiwa/kejadian, baik yang berdiri sendiri maupun yang  merupakan rangkaian peristiwa.

2. Pola klimaks dan Antiklimaks

Antiklimaks dimulai dari informasi yang memiliki gradasi tinggi (penting) menuju informasi yang gradasinya rendah. Sedangkan tekhnik klimak dimulai dari hal yang gradasinya kurang penting menuju ke hal yang gradasinya sangat penting.

Contoh pola klimaks : setelah cobaan bertubi-tubi menimpa Arifin dalam pencarian istrinya, akhirnya ia mengetahui istrinya berada di kamp. Tahanan politik di pulau buru. Tak terhitung tetesan  air mata dan darah yang mengucur. Pengorbanannya terbayar sudah. Ia bisa bertemu dengan Nurbaya istri tercintanya. Ia pun segera berlari tanpaalas kaki menuju kamp. Tahanan itu, begitu kagetnya ketika Arifin mendapati Istrinya tergeletak lemasdengan bekas tikaman pisau di dada kirinya. Ia tak kuasa menahan tangis dan jerit sejadi-jadinya.

Contoh  pola antiklimaks :kini ia menjadi salah satu mafia kelas kakap di daerahnya. Ia sudah memiliki daerah kuasanya sendiri. Tak ada yang bakal menyangka kalau penjahat itu dulunya adalah seorang anak yang pintar dan sholeh. Entah apa yang membuatnya begini. Satu hal yang pasti adalah, anak itu telah mengalami tahun-tahun yang buruk sehingga membuatnya seperti ini.

3. Pola Umum khusus dan Khusus umum

Tekhnik umum khusus dimulai dari gagsan utama dan dilanjutkan dengan hal khusu sebagai pengembangannya. Sedangkan tekhnik khusus umum dimulai dari hal-hal khusus yang merupakan penjelasan, kemudian disimpulkan menjadi hal atau gagasan umum. Simpulan tersebut merupakan gagasan utama atau pokok pikirsn paragraf tersebut.

Contoh pola umum-khusus :  dalam melakukan sesuatu hal butuh perencanaan yang matang. Seperti menulis agenda pada buku catatan kecil. Selanjutnya membuat daftar agenda dari yang paling mendesak untuk di lakukan.  Berikutnya memulai dari yang paling mudah ke agenda yang pali ng tersulit. Konsisten terhadap agenda yang di buat. Insyaallah agenda yang sudah terencana dapat di lakukan dengan baik.

Contoh pola khusus-umum : ikan cupang terkenal kegesitannya dalam bertarung dan bentuknya yang mungil an indah. Ikan lauhan terkenal dengan motif menyerupai huruf mandari di tubuhnya. Ikan mas koki identik  dengan corak keemassannya yang indah. Memelihara ikan hias sungguh merupakan keasyikan tersendiri bagi pencintanya.

4. Pola Analogi

Tekhnik ini digunakan untuk membandingkan atau menyamakan seseuatu dengan yang sudah dikenal dengan yang kurang dikenal. Tujuannya adalah untuk menjelaskan hal yang kurang dikenl tersebut. Analogi juga bisa dilakukan sesorang dalam membuat simpulan yang didasarkan atsa sesuatu yang sudah ada. Akan tetapi, model berfikir analogi ini tidak selalu benar. Untuk itu dalam karya ilmiah jarang digunakan

Contoh pola analogi : dalam hal belajar manusia sudah perlu mencotoh ilmu padi. Semakin berisi maka semakin ia merunduk. Begitulah seharusnya, semakin kita berilmu hendaknya diikuti dengan kerendahan hati. Tidak sepatutnya manusi sombong atas kepinteran yang dimilikinya. Ilmu yang sebenarnya pada hakikat nya ialah ilmu yang berguna bagi orang banyak. Kecerdasan yang sebenarnya  adalah ketika kecerdasan itu dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

5. Pola Contoh/ Ilustrasi

Tekhnik ini memberikan hal yang konkrit yang dapat memberikan bukti atau penjelasan kepada pembaca yang bersifat lebih umum. Hal tersebut biasa disebut generalisasi. Pengambilan simpula secara generalisasi diperlukan contoh-contoh yang valid, sehingga dapat disimpulkan dengan tepat (benar).

Contoh pola contoh :  sudah sepuluh hari setelah bantuan terakhir datang. Warga korban banjir di pinggiran kali code membutuhkan bahan makanan dan pakaian. Mereka bertahan hidup dengan mengandlakan daun-daunan direbus, jika beruntung mereka makan dengan umbi-umbian dan ikan hasil  tangkapan sungai. Pakaian mereka hanya sebatas  yang mereka pakai saat ini. Banyak diantara mereka yang menderita penyakit kulit karena tidak pernah mencuci dan mengganti pakaian.

6. Pola Sebab-Akibat

Tekhnik sebab-akibat dapat diwujudkan dengan melihat hubungan antar kalimat dalam paragraf. Hubungan kalimat yang satu dengan yang lain dapat berbentuk sebab akibat. Sebab dapat berfungsi sebagai kalimat utama, dan akibat sebagai kalimat penjelasannya.

Contoh pola sebab-akibat : batu akik saat ini sedang menjadi primadona. Bukan hanya di kalangan  bapak-bapak saja, bahkan ibu-ibu dan anak-anak pun juga menyukai batu permata ini. Tak heran harga  batu akik untuk jenis tertentu sangat mahal dan pedagang batu akik mendapat untung gaji yang tinggi.

Dan dari banyaknya pola pengembangan dalam paragraf hanya beberapa yang dapat saya bahas pada pembahasan kali ini. Semoga bisa bermanfaat bagi saya dan untuk kalian tentunya.

Jangan lupa baca artikel kami lainnya

 

 

Lutfi Haryanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas