CoretanTeknis

Berbagi Corat Coretan Pengetahuan berdasarkan Ilmu dan pengalaman.

Mengenal Karakteristik Sel Primer dan Sekunder pada Baterai

Hai sahabat, sudah cukup lama saya tidak posting lagi di blog ini. Karena kesibukan di dunia nyata lumayan padat.

Oke bagi pembaca setia blog ini yang menyimak dari awal materi sharing kita tentang belajar listrik pasti sudah pada paham tentang dasar dasarnya.

Untuk yang belum membaca atau tidak sengaja menemukan artikel ini bisa cek artikrlnya di bawah ini.

Konsep dasar listrik Part 1

Oke lanjut ke pembahasan, di masa sekarang ini renewabel energy sangatlah penting untuk di realisasikan terutama tentang baterai, tentunya tidak perlu saya jelaskan macam baterai dan apa fungsinya karena kita sangat mudah menemukanya di internet. Kita lanjut ke yang lebih spesifik yaitu kita bahas tentang  Karakteristik Sel Primer dan Sekunder

Baterai biasanya terbuat dari beberapa sel yang dihubungkan secara seri. Pada setiap sel terjadi proses perubahan energi kimia menjadi energi listrik. Jumlah sel tergantung pada besarnya tegangan yang dibutuhkan baterai tersebut.

Lanjut ke intinya

Karakteristik Sel Primer

Sel primer tidak dapat dicharge ulang karena reaksi kimia tidak dapat dibalik.

Berikut contoh rangkaian Sel Volta Sederhana
Konstruksi:
Pada sel ini sumber tegangan didapatkan dengan cara mencelupkan dua konduktor yang berbeda ke dalam larutan kimia.  Tembaga dan tembaga kedua elektroda yang dimasukkan sama sehingga tidak timbul beda tegangan. Tembaga dan seng elektroda-elektrodanya berbeda sehingga timbul beda tegangan.

Sel dengan dua konduktor batang tembaga
Sel dengan dua konduktor batang tembaga, tembaga dan seng

Nilai beda tegangan yang diperoleh tergantung pada jenis konduktor dan sifat larutannya.

Hasil yang paling penting dalam aksi kimia ini adalah bahwa salah satu elektroda yang ada akan bermuatan positif dan yang lainnya bermuatan negatif. Dengan demikian akan timbul beda tegangan di antara kedua elektroda, dan berarti tersedia sumber listrik.

Tegangan Terminal

Tegangan rangkaian terbuka (tanpa beban) pada sel tidak tergantung pada ukuran selnya, melainkan tergantung pada jenis bahan yang digunakan.

Tegangan terminal sel ketika disambungkan dengan rangkaian pada saat discharge biasanya lebih rendah daripada tegangan rangkaian terbuka. Selisih tersebut tergantung pada besarnya arus yang mengalir melalui sel dan tahanan internalnya. Tegangan terminal sel pada saat discharge akan turun yang besarnya tergantung pada kecepatan arus, lama pemakaian serta temperatur.

Macam-Macam Media Pembelajaran Beserta Prinsip Penggunaanya

Karakteristik Sel Sekunder

Seperti sel primer, sel sekunder bekerja tergantung pada aksi kimia. Namun demikian, perbedaannya utamanya adalah bahwa sel sekunder dapat dicharge ulang. Pertama-tama sel sekunder harus dicharge dengen energi listrik sebelum dapat mengubah energi kimia simpanan kembali menjadi energi listrik.

Sel Lead-acid
Sel lead-acid sangat banyak digunakan dan dapat mengalirkan sentakan arus yang tinggi.

Plat sel lead-acid terbuat dari timbal yang berlobang-lobang dan timbal peroksida yang di antaranya terdapat beda tegangan kira-kira sebesar 2 volt. Untuk meningkatkan umurnya, plat harus berukuran lebih besar. Pada baterai yang dijual di pasaran, kapasitas tersebut diperoleh dengan cara menyambung beberapa plat negatif secara paralel, dan menempatkan plat positif di antara plat-plat negatif tersebut. Proses charge dan discharge dapat anda lihat pada Gambar di bawah.

Plat-plat tersebut dirakit menjadi sel dengan elektrolit asam belerang encer. Plat-plat tersebut saling berdekatan tetapi tidak saling bersentuhan dan tidak terjadi hubung singkat. Bahan pemisah (separator) yang tidak bersifat mengalirkan listrik berada di antara plat-plat tersebut.

 Proses charge dan discharge pada baterai lead-acid
Proses charge dan discharge pada baterai lead-acid

Oke selanjutkan kita akan mengetahui untuk baiknya kita menggunakan baterai tersebut agar baterai kita awet dan handal untuk digunaka. Ini berlaku untuk banyak type baterai

Tindakan Pencegahan Safety Sel Lead-acid
Ada beberapa tindakan pencegahan yang harus anda perhatikan ketika anda bekerja dengan sel lead-acid, baik pada saat charge maupun discharge. Sel atau sekelompok sel harus dicharge dengan kecepatan tertentu dalam waktu tertentu jika anda ingin mencapai tingkat efisiensi sel yang tinggi. Sel juga tidak boleh didischarge di bawah level tertentu. Syarat lainnya adalah:

• Ventilasi cukup. Gas yang timbul selama charge dan discharge harus terhindar dari akumulasi.
Tiga bahaya yang dapat timbul adalah:
1. resiko api atau ledakan.
2. terisap oleh operator.
3. kontaminasi silang dari salah satu jenis sel dengan sel jenis yang lain yang terjadi karena gas yang membawa kandungan elektrolit.

• Pakaian pelindung. Termasuk pelindung mata. Elektrolit biasanya bersifat sangat korosif.

• Ujilah peralatan yang anda gunakan. Gunakan peralatan yang berbeda-beda untuk jenis-jenis sel yang berbeda.

• Isolasi. Sel-sel yang jenisnya berbeda-beda harus dipisah-pisahkan karena tercampurnya elektrolit yang jenisnya berbeda-beda dapat menyebabkan reaksi kimia ledakan.

• Sel yang tertutup. Jagalah agar batas kecepatan arus tidak sampai terlewati. Jika kecepatan arus lebih tinggi dari batas yang ditentukan maka dapat timbul gas di dalam sel dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada yang bisa diserapnya, sehingga sel tersebut dapat meledak.

Pemeliharaan Baterai
Supaya umur baterai dapat maksimum, anda perlu melakukan pemeliharaan secara rutin.

• Pastikan bahwa terminal-terminal baterai bersih dan kuat sehingga kontak listriknya pun bagus.

• Periksalah elektrolit secara teratur dan jagalah agar tetap berada pada batas yang dianjurkan. Plat-plat harus tetap terbenam di dalam elektrolit dan jangan sampai kering. Terutama untuk sel lead-acid, hal tersebut dapat menyebabkan menurunnya kapasitas amper jam. Jika tidak ditentukan lain, elektrolit sebanyak kira-kira 3-4 mm di atas plat biasanya sudah cukup.

• Kotak baterai harus bebas dari kotoran elektrolit.

• Baterai harus terlindung dari temperatur ekstrim dan harus ditempatkan di tempat yang aman dari kemungkinan kerusakan fisik – tetapi tetap mendapatkan ventilasi.

• Kecepatan arus charge atau discharge harus dijaga agar tetap sesuai dengan level yang ditentukan.

 

Mungkin cukup itu dulu untuk pembahasanya mungkin besok akan di lanjut untuk materi

Sambungan Seri dan Paralel Pada Baterai dan juga Rating Sel Sekunder dan Baterai

Apabila mau bertanya atau berdiskusi silahkan tinggalkan jejak di bawah.

Ridwan Ridwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas